Tag Archive | kursus bahasa Jepang bekasi

6 Metode dan Sikap Belajar untuk Melejitkan Kemampuan Bahasa Jepang

Image   Saya mulai belajar Bahasa Jepang setelah tamat SMA karena kebetulan waktu itu harus belajar sebagai syarat agar bisa kuliah di sana. Bersama puluhan teman lainnya sama-sama mulai belajar, start dari NOL (besar).
Setelah beberapa waktu berjalan mulailah terlihat gap kemampuan perorangannya,
Ada yang peningkatannya pelan,
Ada yang pelafalannya lumayan tapi grammarnya masih banyak yang salah,
Ada yang bisa kalau dalam bentuk tulisan, listeningnya sulit,
Dan yang terakhir, tentu ada juga yang peningkatannya cepat, ngomongnya lancar, grammar dan listeningnya juga bagus.
Sebelumnya saya pertegas, ini semata bukan masalah dia anak yang pintar atau tidak sehingga timbul gap, tapi ini masalah tahu atau tidaknya cara belajar yang benar.
Siswa yang tahu dan melakukan cara belajar yang benar, ilmu apapun yang dipelajari dia pasti bisa, sedangkan siswa yang tidak tahu cara belajar yang benar, mau diajarkan ilmu sebagus apapun atau dikasih kesempatan belajar bahasa Jepang langsung di Jepang sekalipun, tetap saja tidak akan bisa.
Nah setelah saya cermati dengan seksama dari banyak objek, saya sampai pada kesimpulan bahwa ternyata ada beberapa persamaan metode atau sikap  belajar yang dilakukan oleh sekelompok siswa yang terakhir tadi dan banyak yang tidak dilakukan oleh sekelompok siswa yang sebelumnya, kali ini secara garis besar yang perkenalkan 6 poin ya, silakan perhatikan baik-baik,
1. Meniru
Yang pertama adalah MENIRU, dan yang paling penting untuk ditiru, dijiplak adalah pronouncation (pelafalan), naik turunnya, penekanannya dan pemenggalannya.
Bagi beginner hindari sikap tergesa-gesa, karena meniru juga punya tata cara yang tepat.
Pertama dengarkan beberapa kalimat yang ingin ditiru, ulangi beberapa kali hingga hafal.
Kedua coba ucapkan dengan suara keluar pelan-pelan. Ingat pelan-pelan!, hingga beberapa kali.
Ketiga, naikkan speednya, dengan tetap memperhatikan naik turun dan pemenggalan kalimat seperti sumbernya.
Keempat, jadikan kebiasaan seperti ini sebagai kegiatan rutin harian, kalau saya dulu setiap pagi merekam sandiwara di radio jepang, pakai walkman berkaset jadul, beberapa kalimat ditiru.
Kemudian dari tivi juga, beberapa frase diingat setelah itu diulang-ulang.
2. Membayangkan
Saya sangat yakin orang-orang yang ahli bahasa asing banyak yang melakukan ini. Membayangkan atau mungkin sedikit berkhayal, simulasi..
Misalnya nanti ketemu Sensei aisatsu (salam)nya seperti apa ya, raut wajah kita seperti apa, gerakan badan kita seperti apa.
Saya mau Tanya tentang ini, bagaimana ya cara bertanyanya, bagaimana menjelaskannya dalam bahasa Jepang,..
Cari satu tema yang terencana, konsep dan simulasikan dengan baik..dan ketika ketemu sensei atau orang lain yang bisa bahasa Jepang, coba praktekkan.
Selain itu, membayangkan ini juga sangat penting ketika belajar grammar atau menghafal vocab, hilangkan kebiasaan menghafal semata, tambah lagi dengan membayangkan.
Ketika sedang membaca atau mengucapkan “Watashi” tampilkan wajah anda sendiri dalam kepala.
Ketika sedang membaca atau mengucapkan “Kaishain” tampilkan sosok-sosok karyawan yang sedang bekerja. Dan seterusnya. Make a link..buat koneksi langsung dari bahasa Jepang ke arti aktualnya.
3. Runut/berurut
Ini salah satu kunci penting jika anda benar-benar ingin menguasai bahasa Jepang yang tidak sekedar buat gaya-gayaan di status facebook atau medsos lainnya.
Runut atau berurutan dalam belajar, jangan sombong dengan kemampuan anda bisa berjam-jam belajar setiap harinya. Jangan juga terlalu berhasrat sehingga jadi tergesa-gesa ingin mengetahui yang lebih tinggi. Saat ini media belajar dapat dengan mudah diperoleh dari manapun terlebih dari internet, tapi sembarangan dalam mengambil materi justru jadi boomerang buat diri sendiri, bukannya anda benar-benar jadi bisa tapi malah putus asa.
Dulu saya sama sekali tidak pernah belajar bahasa Jepang dari Internet, saya 100% menggunakan materi dari Sensei. Mereka memberikan materi ke siswa-siswanya dengan berurutan, dari dasar kemudian naik dan naik lagi. Maka dari itu sekarang saya bisa simpulkan bahwa belajar dengan berurut adalah kunci yang sangat penting. Saya juga punya contoh beberapa teman yang saking antusiasnya belajar mereka membeli materi-materi lain dari luar yang tidak sesuai level belajarnya, awalnya begitu semangat, tapi ya paling bertahan beberapa hari, bulan berikutnya juga sudah lupa.
Poin ini lebih ke masalah psikologis dalam belajar. Bagaimana menjelaskan secara detil saya tidak tahu, tapi saya bisa menyimpulkan bahwa belajar secara berurutan adalah satu kunci penting dalam belajar bahasa Jepang, bukan, bukan bahasa Jepang saja, tapi seluruh ilmu.
4. Ada Sensei
Ini syarat mutlak bagi yang ingin benar-benar bisa Bahasa Jepang, sensei itu bisa sensei dari lembaga pendidikan, bisa orang Jepang langsung atau teman yang mahir berbahasa Jepang. Intinya sensei ini adalah orang yang mahir berbahasa Jepang, mau mengajari kita dan paham bagaimana metode belajarnya yang efektif.
Apa belajar otodidak tidak bisa?bisa, itu kalau anda Jenius.
5. Tidak malu berkomunikasi
Semakin hilang malu saat mencoba berbahasa Jepang maka akan semakin cepatlah anda pandai berbahasa Jepang. Bicara kemudian dengarkan, bicara kemudian dengarkan lagi. Dari berkomunikasi dengan orang yang sudah belajar bahasa Jepang anda juga bisa belajar hal lain selain melatih diri sendiri, anda jadi tahu “oh..cara jelasinnya seperti itu toh””oh kalau momen seperti ini ngomongnya seperti itu tho” dan sebagainya. Kembalikan lagi ke sikap pertama tadi, MENIRU!
6. Waktu khusus
Jangan dikira mereka yang jago bahasa Jepang dulunya begitu maniak belajar, malah sebagian besar terlihat tidak belajar,
tapi ada yang perlu digaris bawahi mereka masing-masing punya waktu khusus. Di mana mereka begitu hening, mencoba memahami pelajaran dengan tenang sampai benar-benar paham.
Waktu khusus itu biasanya tengah malam setelah tidur lebih dahulu, atau beberapa jam sebelum waktu subuh.
Kemudian di siang hari dijadikan waktu untuk memastikan lagi apa yang sudah dipahami, dengan cara yang ringan-ringan saja.
Nah, sekarang cobalah pahami baik-baik dan kemudian lakukanlah 6 metode dan sikap di atas tadi ya, jadikan kebiasaan rutin,
saya yakin akan ada perubahan signifikan dalam penguasaan bahasa Jepang anda semua..
Ganbatte ne..
Gagat
SAKURA JLC’s Sensei

Ini tentang sesuatu yang tak terlihat…

1.5 bulan lagi, usaha kursus bahasa Jepang yang saya kelola bersama istri berumur 2 tahun.

Image

Antara terasa dan tidak..saat ini bahkan kami sudah punya 1 cabang dan 1 warung Takoyaki kecil.Alhamdulillah..walaupun pendapatan belum mencapai angka fantastis tapi sudah mencapai angka yang sangat pantas disyukuri.

Kalau orang bilang usaha di tahun-tahun awal terasa berat,alhamdulillah ternyata tidak bagi kami..kalau lelah sih iya,namanya juga kerja.

Walaupun tidak berat,dalam 2 tahun ini variasi jenis pekerjaan yang kami lalui cukup banyak.Mulai dari kursus Bahasa Jepang kelas reguler yang jadi usaha utama, ada juga penerjemahan dokumen dari yang murah 40ribu perhalaman hingga yang supermahal 300ribu perhalaman,dari yang berisi teknik sederhana hingga yang berisi materi besar dan sifatnya nasional,dari yang batas pengirimannya lama hingga yang supermepet, ada penerjemahan subtitel anime yang rutin perbulan dan menambah pemasukan yang lumayan,kemudian mengirim guru bahasa jepang privat ke perusahaan dan juga ke rumah-rumah,jadi penerjemah freelance ke perusahaan-perusahaan Jepang,bahkan pernah juga jadi MC acara ultah perusahaan waktu itu bareng sama presenter wanita Metro TV yang cantik dan familiar di TV..namanya tidak usah disebut khawatir nanti saya tidak diakui..hahaha..untuk pekerjaan seperti itu bayarannya sangat lumayan,untuk kerja 3 jam dibayar 5 juta,namun sayang dipotong sama agen yang mengenalkan pekerjaan,akhirnya yang sampai ketangan 3.2 juta.Alhamdulillah masih sangat lumayan.

Kami tidak henti-hentinya bersyukur ketika pekerjaan datang silih berganti karena otomatis pemasukan juga semakin banyak.

Walaupun pekerjaannya terlihat banyak, sebenarnya kami mengaturnya agar tidak sampai merampas waktu-waktu kami,secara kami bukan workaholic.

Tidak semua pekerjaan kami terima,sebelum menerima pekerjaan kami terlebih dahulu melihat performa personil yaitu saya,istri dan partner kerja yang lain. Kalau kita lagi kosong ya kita terima,kalau agak sibuk atau ingin santai biasanya kita tolak,gimanapun juga kami prioritas ke kualitas,karena kami yakin ketika memaksakan diri menerima kerjaan, hasilnya pasti tidak bagus.

Jenis usaha yang kami lakukan memang termasuk usaha yang membutuhkan skill,yaitu bahasa Jepang…teman-teman sering urayamashii (merasa iri) karena kami memiliki skill sehingga bisa buka usaha seperti itu.Kalau dipikir-pikir banyak kok orang Indonesia yang bisa bahasa Jepang,tapi apa mereka pada buka kursusan semua?Banyak orang Indonesia yang jago teknik dan ngerti motor apa mereka semua buka bengkel?Ngga kan?

Semua tidak semata tentang skill. Ini adalah bahasan tentang kemauan dan juga hal-hal lain yang tidak terlihat.

kalau punya waktu panjang sebenarnya kami ingin cerita kalau usaha yang kami lakukan itu juga tanpa modal uang yang berarti.

Yang kami lakukan hanyalah sebuah ikhtiar,usaha dan kerja keras sungguh-sungguh yang akan kami jadikan alasan untuk mengadu pada Allah,malu rasanya kita berteriak mengeluh dan mengadu sementara tidak ada jerih payah yang kita lakukan sebelumnya.iya kan?

Selain itu, saya dan istri juga punya satu impian yang insyaAllah akan kami ceritakan dilain kesempatan.

Kedepannya tentu kami akan terus mengembangkan usaha ini secara profesional dan terus menjunjung kualitas.Wish us for the best.

Ouen yoroshiku onegaishimasu.

 

Kumamoto,9 November 2013

Gagat

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.